Rabu, 09 Agustus 2017

Menumbuhkan Budaya Toleran di Antara Para Aktivis Rohis

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Di waktu siang yang cukup terik dan menyengat kulit, sekitar 2000 para aktivis Rohis di tingkat SMA/SMK, Rabu (4/5) dalam kegiatan Perkemahan Rohis Nasional ke-2 di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta menerima berbagai materi peningkatan kapasitas pribadi dan orgnaisasi ke arah yang lebih baik.

Menumbuhkan Budaya Toleran di Antara Para Aktivis Rohis (Sumber Gambar : Nu Online)
Menumbuhkan Budaya Toleran di Antara Para Aktivis Rohis (Sumber Gambar : Nu Online)

Menumbuhkan Budaya Toleran di Antara Para Aktivis Rohis

Format pembagian kelompok berdasarkan Rukun Warga (RW) yang terbagi dalam 12 RW tersebut menggabungkan aktivis dan pengurus Rohis dari berbagai satuan sekolah di seluruh daerah dan provinsi di Indonesia. 1 RW yang terdiri dari 5 Rukun Tetangga (RT) tersebut saling berbaur dan mengenal satu sama lain.

Mereka saling menyapa dan tersenyum untuk mengawali proses perkenalan mereka. Hal ini berlangsung sebelum mereka menerima materi yang bertempat di setiap balai RW. Di balai RW tersebut, mereka tidak hanya dikelompokkan per jenis kelamin yakni siswa perempuan saja, tetapi forum di setiap RW juga melibatkan peserta laki-laki sehingga interaksi sosial lintas jender pun terjadi. Namun demikian, bumi perkemahan mereka tetap terpisah.

Konsep perkemahan yang melibatkan siswa dari berbagai daerah ini sengaja dilakukan agar para Rohis sadar bahwa mereka berinteraksi dalam keberagaman suku, budaya, bahasa, dan lain sebagainya. Dengan ikatan iman yang sama, tetapi mereka juga mesti memahami bahwa perbedaan di antara para aktivis Rohis justru memperkuat identitas keindonesiaan sehingga terbangun budaya toleransi.

Dari pengalaman ini, para pemateri di setiap RW juga menekankan keberagaman keyakinan di Indonesia sehingga berangkat dari pemikiran yang sama terkait dengan perbedaan suku, budaya, adat, tradisi, bahasa, dan lain sebagainya, mereka juga hendaknya bersikap toleran dan ramah terhadap saudara setanah air meski berbeda keyakinan. Di titik inilah keterbukaan pemikiran dan wawasan kebangsaan harus dipahami oleh para Rohis sehingga stigma Rohis sebagai organisasi tertutup tidak lagi beredar.

Ribath Nurul Hidayah

Sadar akan keberagaman budaya dan agama inilah yang menjadi alasan kuat Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI) Kemenag RI H Amin Haedari untuk menampilkan berbagai pakaian dan tarian adat serta keragaman seni dan budaya di dalam acara pembukaan Perkemahan Rohis Selasa (3/5) lalu.?

“Mereka harus sadar bahwa mereka hidup dalam keberagaman budaya sehingga harus menjadi generasi ramah terhadap perbedaan budaya maupun keyakinan,” ujar Amin Haedari sesaat setelah acara pembukaan selesai.

Untuk mewujudkan generasi ramah dan toleran di antara para aktivis Rohis, setiap pembina dan guru di sekolah juga harus paham betul kegiatan para Rohis. Hal ini seperti yang ditekankan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat memberikan pidato pembukaan Perkemahan Rohis ini.?

Ribath Nurul Hidayah

“Jangan sampai para guru dan pihak-pihak terkait di sekolah tidak membimbing kegiatan mereka ke arah pemahaman yang lebih baik. Lebih dari itu, guru dan pembina Rohis juga harus selalu memperbarui informasi terkini soal perkembangan terbaru tentang pemikiran, pemahaman, dan konflik dunia Islam,” ujar Menag. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah AlaSantri Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 08 Agustus 2017

Para Ustadz Pesantren Penting Pahami Hak Konstitusional Warga

Bogor, Ribath Nurul Hidayah



Kementerian Agama bekerjasama dengan Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar Sosialisasi Pemahaman Hak Konstitusional Warga dan Deradikalisasi Agama Bagi Dewan Mahasiswa/BEM dan Ustadz Muda Pondok Pesantren Se-Indonesia.

Acara di buka oleh M. Guntur Hamzah Sekretaris Mahkamah Konstitusi, dihadiri oleh Kasi Kurikulum Subdit Madrasah Diniyah Takmiliyah Suwendi, Kasi Kemahasiswaan Dikti Islam Ruchman Basori, Kasubdit Program dan Evaluasi Pusdik Pancasila dan Konstitudi MK Ardiansyah Salim, dan sejumlah tamu undangan lain dan nara sumber yang telah hadir.

Para Ustadz Pesantren Penting Pahami Hak Konstitusional Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Ustadz Pesantren Penting Pahami Hak Konstitusional Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Ustadz Pesantren Penting Pahami Hak Konstitusional Warga

“Tepat sekali kalau hari ini Kementerian Agama RI bersama Mahkamah Konstitusi menjalin kerjasama sinergis untuk memperkuat bangunan solidaritas, membuka kesadaran konstitusi warga negara dan menanggulangi masalah-masalah kekerasan berbasis agama,” kata Guntur, Bogor, Kamis (21/04) seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

Di hadapan Pimpinan Mahasiswa (Dewan Mahasiswa/BEM) dan Ustadz Muda Pondok Pesantren yang merupakan calon pimpinan bangsa, Guntur menekankan pentingnya Dewan Mahasiswa di lingkungan PTKI (UIN, IAIN, STAIN dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta) dan Pondok Pesantren menjadi aktor-aktor penebar damai, tolaran, keterbukaan dan taat berkonstitusi.

Menurutnya, salah satu akar masalah yang dihadapi Idonesia saat ini adalah masalah kepemimpinan, khususnya terkait keteladanan. Kepemimpinan adalah keteladanan, yang termanisfestasi dari perilaku.?

Ribath Nurul Hidayah

Selain soal keteladanan, masalah lainnya ? terkait rendahnya kesadaran dan pemahaman masyarakat akan hak-hak konstitusi kenegaraannya. Guntur merasa solidaritas antar masyarakat mulai mengendor, ketaatan pada peraturan rendah, rasa hormat menghormati dan empati sosial pun menurun.?

Ribath Nurul Hidayah

“Kita sering lupa siapa diri kita sebagai mahluk sosial yang harus saling menghargai dan menghormati,”katanya.

Suwendi, Kasi Kurikulum Subdit Madrasah Diniyah Takmiliyah DitPdpontren Kementerian Agama mengatakan hasil riset LIPI dan Balitbang Kementerian Agama menunjukan bahwa 25-40% para siswa dan guru SMA sudah menganggap Pancasila tidak relevan lagi untuk bangsa ini. Data ini menunjukan bahwa sudah ada pergeseran yang serius di kalangan anak-anak muda level SMA yang harus disikapi dengan pemahaman agama yang inklusif, damai, dan toleran bukan idiologi keras..

Suwendi mengapresiasi MK yang berkenan menjalin kerjasama dengan Kementerian Agama khususnya Direktorat Pendidikan Tinggi Islam dan Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendidikan Islam dalam pendidikan hak konstitusional dan deradikalisasi agama. ?

Ardiansyah Salim, Kasubdit Program dan Evaluasi Pusdik Pancasila dan Konstitusi MK melaporkan kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 21-23 April 2016 di Pusdik Pancasila dan Konstitusi MK. Sinergi antar Kementerian dan Lembaga menjadi penting bahkan niscaya ketika masalah-masalah kebangsaan dan kemasyarakatan semakin komplek.?

“Pengabaian atas konstitusi yang menyebabkan hilangngya konstitusi warga negara menjadi keprihatinan tersendiri. Ditambah dengan maraknya gerakan radikal yang kian subur mengharuskan kita bergandengan tangan untuk menangkalnya,” katanya. Red Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Internasional, Nahdlatul Ulama, Pemurnian Aqidah Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 04 Agustus 2017

GP Ansor Pematangsiantar: Waspada Jelang Pergantian Tahun!

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Pematangsiantar mengingatkan semua pihak untuk waspada dalam menyambut pergantian tahun menuju 2016. Berbagai aksi kriminal hingga kekerasan bernuansa agama dinilai menjadi ancaman yang tak boleh diabaikan.

Ketua PC GP Ansor Kota Pematangsiantar Arjuna mengatakan, peringatan ini penting karena belum tuntasnya agenda kegaitan di? berbagai daerah, khususnya Kota Pematangsiantar, seperti pelaksanaan Pilkada serentak yang tertunda. Belum lagi berkembangnya kelompok garis keras ISIS di berbagai daerah dan pernyataan Donald Trump yang menyakiti umat beragama.

GP Ansor Pematangsiantar: Waspada Jelang Pergantian Tahun! (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pematangsiantar: Waspada Jelang Pergantian Tahun! (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pematangsiantar: Waspada Jelang Pergantian Tahun!

“Dan yang tidak kalah penting sulitnya ekonomi yang menyebabkan terjadinya tindak kejahatan di masyarakat. Hampir setiap hari kita mendengar perampokan, pencurian, dan bentuk kejahatan lainnya,” ujarnya dalam siaran pers, Sabtu (19/12).

Ribath Nurul Hidayah

Banyaknya kegiatan masyarakat pada musim pergantian tahun, lanjut Arjuna, kadang membuat mereka terlena. Ia berharap perayaan Natal tahun ini bisa berlangsung aman.

Ribath Nurul Hidayah

PC GP Ansor Kota Pematangsiantar mengintruksikan kepada Satkorcab Banser Kota Pematangsiantar untuk berpartisipasi dalam mengamankan pergantian tahun, khususnya pada tempat ibadah seperti gereja dan masjid.

Organisasi pemuda NU ini juga mengimbau kepada warga untuk waspada dalam menjaga rumahnya masing-masing dan lingkungannya. Untuk itu Satkorcab Banser akan berkordinasi kepada pihak kepolisian. “Sebagai organisasi kepemudaan sudah sewajarnya GP Ansor membantu berpartisipasi dalam menciptakan keamanan dan ketentraman di masyarakat,” kata Arjuna. (Mahbib)

?

Foto: Ketua PC GP Ansor Kota Pematangsiantar dan jajaran Satkorcab Banser

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pesantren Ribath Nurul Hidayah

Gelar Muskercab, PCNU Jombang Sikapi Radikalisme Global

Jombang, Ribath Nurul Hidayah

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur gelar Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) yang terakhir di auditorium Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu), Pterongan, Jombang. Ahad (8/5/2016).

Gelar Muskercab, PCNU Jombang Sikapi Radikalisme Global (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Muskercab, PCNU Jombang Sikapi Radikalisme Global (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Muskercab, PCNU Jombang Sikapi Radikalisme Global

Dalam Muskercab ini, segenap pengurus cabang akan melihat serta mengevaluasi sejumlah program yang telah dilaksanakan, juga yang akan dilaksanakan selama satu tahun ke depan (2017).

Untuk program yang akan dilaksanakan, di samping bersifat merampungkan program kerja yang telah ditentukan sebelumnya, PCNU setempat juga berupaya membaca situasi dan kondisi yang menurutnya penting untuk disikapi melalui perumusan program-program kembali.

Misalnya, paham Islam garis keras yang kian hari semakin massif di sejumlah daerah. Menurut KH Isrofil Amar, Ketua PCNU Jombang, belakangan ini sudah terdapat simbol-simbol dari paham tersebut, baik dari penyebaran video di internet ataupun gambar-gambar yang memicu terhadap kelompok terkait.

Ribath Nurul Hidayah

"PCNU Jombang sudah beberapa kali mendapat video-video yang berbau paham Islam radikal," katanya saat menyampaikan sambutannya di hadapan tamu undangan dan peserta Muskercab.

Hal ini, tentu menjadi ancaman serius bagi bangsa Indonesia, terutama warga nahdliyin di Tanah Air. Sebab paham tersebut mengancam ketentraman tatanan kebangsaan dan kebhinekaan. Untuk itu, Kiai Isrofil mengimbau kepada masyarakat NU untuk merapatkan barisan menyikapi kondisi demikian.

Ribath Nurul Hidayah

"Nahdlatul ulama akan merapatkan barisan rerkait isu-isu yang pada akhirnya seperti partai komunis, karena NU tetap akan setia pada NKRI dan Pancasila," terangnya. .

Ia menambahkan, upaya untuk menghalau gerakan tersebut, NU akan berkoordinasi dengan pihak pemerintah. Kerjasama tersebut dipandang sangat efektif daripada melakukan gerakan secara mandiri. "Nahdlatul Ulama tidak berdiri sendiri namun harus juga dengan pemerintah," imbuhnya.

"Mudah-mudahan pada Musker ini dapat memberikan pencerahan-pencerahan..Sekali NU kita tetap NU, kita terus akan melanjutkan perjuangan ulama, terutama para pendiri Nahdlatul Ulama," lanjutnya. (Syamsul Arifin/Fathoni) . Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah IMNU Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 02 Agustus 2017

Pelajar NU Pringsewu Agendakan Festival Rebana Tingkat Kabupaten

Pringsewu, Ribath Nurul Hidayah. Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri NU (IPPNU) Kabupaten Pringsewu akan menggelar ajang tingkat Kabupaten berupa Festival Rebana yang akan dilaksanakan pada 27 Oktober 2016. Walaupun sekitar 1 bulan lagi akan dilaksanakan, panitia setempat nampak sudah sangat gencar melakukan sosialisasi kegiatan.

Pelajar NU Pringsewu Agendakan Festival Rebana Tingkat Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Pringsewu Agendakan Festival Rebana Tingkat Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Pringsewu Agendakan Festival Rebana Tingkat Kabupaten

Menurut salah satu panitia festival, Neza, Para peserta lomba yang akan memperebutkan hadiah jutaan rupiah, trofi dan sertifikat ini harus berasal dari Wilayah Kabupaten Pringsewu dan sekitarnya. "Peserta tidak boleh dari luar Lampung dengan jumlah personil tiap group terdiri dari 15 peserta," katanya, Jumat (30/9).

Para peserta lanjutnya tidak diperkenankan menggunakan peralatan musik elektronik dengan durasi penampilan selama 10 menit. "Pilihan lagu bebas namun harus bernafaskan Islam," tegasnya.

Pendaftaran peserta festival Rebana ini lanjutnya dimulai 28 September 2016 sampai dengan 23 Oktober 2016. "Technical meeting akan dilaksanakan pada 23 Oktober 2016 di Kesekretariatan Kegiatan di Pondok Pesantren Zamais Adiluwih Pringsewu," tambahnya.

Ribath Nurul Hidayah

Untuk mekanisme pendaftaran, peserta dapat melakukannya via SMS dengan Format : FR (Spasi) Nama Koordinator (Spasi) Nama Group (Spasi) Kota Asal (Spasi) Nomor HP (Spasi) PIN BB dengan mengirimkan ke Nomor 085789982494.?

"Monggo daftarkan sekarang juga grup Rebana anda dari anak-anak, remaja, dewasa ataupun Ibu ibu," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah News Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah

Catatan Penistaan ISIS Terhadap Hadits

Perilaku dan tindakan ekstrem atas nama agama kerap menjadi stigma bagi masyarakat dunia (baca: Barat) untuk menjustifikasi bahwa Islam adalah agama teroris. Brand ini bukan tanpa alasan karena yang seringkali melakukan teror mematikan dengan menggunakan bom, dan lain-lain tidak lain adalah seorang Muslim.

Tentu tindakan tersebut hanya dilakukan oknum, baik dalam bentuk kelompok, organisasi, maupun individu. Namun, sebagian orang Barat nampaknya memmukul rata (generalisir) untuk menjustifikasi orang Islam sehingga mereka pun terkadang mengalami diskriminasi di negara-negara Barat atas perbuatan segelintir oknum yang nyata-nyata membuat wajah Islam tidak baik di mata dunia.

Catatan Penistaan ISIS Terhadap Hadits (Sumber Gambar : Nu Online)
Catatan Penistaan ISIS Terhadap Hadits (Sumber Gambar : Nu Online)

Catatan Penistaan ISIS Terhadap Hadits

Pada prinsipnya, kelompok-kelompok ekstrem (tatharruf) kerap menggunakan ayat-ayat pedang (qital) untuk melegitimasi aksi kejinya atas nama jihad menegakkan agama Allah, perjuangan mendirikan negara Islam, dan sejumlah argumentasi utopia lainnya.?

Kelompok paling nyata yang sering mempropagandakan kekejaman teror atas nama agama adalah Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dengan mendeligitimasi ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits. Kajian serius tentang ISIS yang keliru dan melenceng dalam menggunakan Hadits dikupas secara mendalam oleh M. Najih Arromadloni dalam bukunya, Bid’ah Ideologi ISIS: Catatan Penistaan ISIS Terhadap Hadits.

Awalnya buku ini merupakan penelitian Tesisnya yang berhasil ia pertahankan di depan para penguji di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Buku setebal 202 halaman ini juga bukan hanya mengkaji penistaan ISIS terhadap hadits, tetapi juga berupaya mengenalkan lebih jauh tentang ISIS kepada para pembaca. Seperti apa sepak terjang ISIS semenjak dideklarasikan pada tahun 2014 lalu, namun jauh sebelum itu, yakni ketika veteran perang Afghanistan mulai menciptakan embriologinya di tahun 1990-an.

Dalam pandangan penulis buku, ISIS sebagaimana organisasi radikal lain yang berlabel agama tidak lebih dari sekadar organisasi politik yang menggunakan dan menyajikan ayat-ayat pedang dengan dalih menegakkan agama Allah untuk tujuan pendirian Daulah Islamiyah. Gerakan ini secara berkelindan membuat ISIS sering memahami hadits secara politis atau dengan kata lain melakukan politisasi hadits.

Ribath Nurul Hidayah

Buku ini juga menerangkan secara jelas mana hadits-hadits yang sering terpolitisir oleh paham ekstrem-radikal Abu Bakar Al-Baghdadi dan kroni-kroni kejinya di ISIS. Mereka bukan hanya melenceng jauh dari konteks diturunkannya nash, tetapi juga tidak mampu memahami bahwa keberadaan Al-Qur’an maupun Hadits tidak berdiri sendiri melainkan saling bertautan. Tautan antara ayat satu dengan yang lain dan hadits satu dengan hadits lain mewujudkan pemahaman agama secara mendalam, tidak dangkal dan radikal seperti tampak dalam nalar kelompok ISIS.

Salah satu yang disebut dalam buku ini mengenai ISIS adalah merupakan kelompok takfiri radikal. Artinya mereka tidak hanya mudah mengafirkan dengan hadits-hadits yang dieksploitir secara politis, tetapi juga berlaku brutal dengan cara kekerasan, merampas, hingga membunuh orang lain yang dianggap kufur oleh mereka. Bahkan sampai menghalalkan seorang perempuan untuk dijadikan budak seks dan dijual bebas.

Di era teknologi informasi yang terbuka bebas dan serba cepat, ISIS memanfaatkan betul kecanggihan tersebut, utamanya melalui media sosial. Tercatat pada tahun 2014 lalu, mereka menciptakan sekitar 50.000 akun lebih di media sosial untuk melakukan propaganda radikalnya. Nampaknya, mereka sengaja menciptakan keresahan dan ketakutan di tengah masyarakat dunia lewat aksi kejinya seperti memberondong dengan tembakan kepada sejumlah orang secara hidup-hidup, membakar, hingga menggorok secara tidak berperikemanusiaan dan diunggah di media sosial? You Tube.?

Lebih keji lagi, korban mereka tidak hanya dari kalangan Muslim, tetapi juga dari agama dan kelompok-kelompok lain seperti Yahudi, Kristen, Katolik, Sunni, Syiah, dan kelompok serta suku-suku lainnya. Artinya, keberadaan mereka seperti tanda-tanda akhir zaman dengan hadirnya fitnah kubro (fitnah besar untuk seluruh manusia), seseorang atau sekelompok orang yang tidak sepaham dan tidak mau mengikuti ISIS, maka jaminannya adalah nyawa yang siap melayang dengan cara keji. Wallahu a’lam bisshowab.

Ribath Nurul Hidayah

Dalam buku tersebut juga dijelaskan, pada awal April 2014 lalu, salah seorang juru bicara ISIS Abu Muhammad al-‘Adnani menyatakan, Nabi Muhammad adalah seorang yang diutus untuk mengemban pedang sebagai Rahmat bagi alam semesta. (Halaman 18)

Ia mendasarkan pendapatnya itu pada sebuah hadits berikut: Nabi SAW bersabda, “Aku diutus dengan pedang, menjelang datangnya hari kiamat, sampai Allah disembah secara esa bayang-bayang busurku dan akan ditimpakkan kehinaan dan kerendahan atas orang yang menyalahi aturanku, dan barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia merupakan bagian dari mereka.” (HR Ahmad dalam al-Musnad dari Ibnu Umar dan dijadikan Shahid oleh al-Bukhori)

Hadits di atas bukan hanya dieksploitir untuk melegalkan aksi keji mereka, tetapi mereka juga tidak berupaya memahami konteks diturunkannya (asbabul wurud) hadits tersebut. Di titik ini, ISIS atau kelompok ekstrem sejenis hanya menghadirkan ayat-ayat pedang atau perang, padahal ayat-ayat al-Qur’an dan Hadits yang menyatakan bahwa Islam adalah agama kedamaian, rahmat, dan toleran tidak kalah banyaknya. Lantas, mengapa mereka hanya memilih ayat-ayat perang dalam memanifestasikan keagamaan mereka?

Sebetulnya ISIS merupakan salah satu kelompok yang mewujudkan ekstrem radikalnya melalui tindakan langsung secara keji yang berawal dari radikalisme. Jika digambarkan secara jelas, radikalisme bisa dibagi menjadi tiga, bertindak secara radikal (melakukan teror), radikalisme pemikiran, dan radikalisme secara pemahaman. Konteks Indonesia sendiri, saat ini eskalasi penguatan radikalisme ada pada aspek pemikiran dan pemahaman. Yang jelas, muara dari semua itu adalah tindakan teror.

Kajian holistik yang dilakukan oleh penulis buku ini membawa pembaca untuk menyelami ISIS hingga ke akar-akarnya. Pembaca dapat memahami ISIS secara historis, geneologis, dan ideologis. Tokoh-tokoh utama beserta jaringan organisasinya juga dapat pembaca temukan di dalam buku yang banyak menghadirkan rujukan kitab-kitab secara otoritatif ini.

Kajian buku yang mendasarkan diri dari Majalah Dabiq yang disebarluaskan ISIS di internet ini, penulis buku berupaya menganalisis penistaan Hadits yang dilakukan oleh ISIS tentang khilafah, jihad, hijrah, Iman, dan al-Malahim. Review buku secara singkat ini tentu belum menghadirkan semua informasi dan gagasan penulis buku secara utuh sehingga pembaca dapat memahami lebih jauh lagi dengan membaca bukunya secara langsung. Selamat membaca!

Identitas buku:

Judul Buku: Bidah Ideologi ISIS: Catatan Penistaan ISIS Terhadap Hadits

Penulis : M. Najih Arromadloni

Tebal: 202 halaman

Cetakan : Pertama, Maret 2017

Penerbit : Daulat Press Jakarta

ISBN : 9786021813157

Peresensi: Fathoni Ahmad

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Sunnah, Daerah, Nusantara Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 01 Agustus 2017

Persiapan Ajaran Baru, UNU NTB Bahas Kerangka Kurikulum

Lombok Tengah, Ribath Nurul Hidayah. Dalam rangka mempersiapkan ajaran baru tahun 2015-2016, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Whorkshop Desain Kurikulum Prodi UNU yang dilaksanakan di Hotel Grand Royal Batujay, Lombok Tengah selama dua hari (14-15/8).

Persiapan Ajaran Baru, UNU NTB Bahas Kerangka Kurikulum (Sumber Gambar : Nu Online)
Persiapan Ajaran Baru, UNU NTB Bahas Kerangka Kurikulum (Sumber Gambar : Nu Online)

Persiapan Ajaran Baru, UNU NTB Bahas Kerangka Kurikulum

Menurut Kepala BAAK UNU NTB, Retno Surnapati, dalam pertemuan ini fokus pembahasan pihaknya tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

"Pembahasan kerangka kurikulum ini nanti akan digunakan pada proses perkuliahan di UNU NTB," tambah Retno, Jum’at (14/8).

Ribath Nurul Hidayah

Tampak hadir Ketua PWNU NTB Drs TGH Achmad Taqiuddin Mansur, Ketua Badan Pelakasana Penyelenggara Pendidikan Tinggi (BP3T) NU NTB, ? Prof Ir Mansur Masum, PhD Anggota BP3TNU dan Dekan serta para Kaprodi UNU NTB.?

Ada 12 program studi yang di UNU NTB, yaitu antara lain farmasi, teknik lingkungan, sistem informasi, kebidanan, pendidikan guru sekolah dasar (PGSD), serta pendidikan jasmani, kesehatan, dan rekreasi (PJKR), dan pendidikan seni drama, tari dan musik (PSDTM). (Hadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah AlaSantri Ribath Nurul Hidayah