Jumat, 30 Juni 2017

IPNU Juara 1 OKP Berprestasi 2014

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia memberikan penghargaan kepada Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) sebagai Juara 1 Organisasi Kepemudaan Berprestasi Nasional tahun 2014.

Penghargaan diberikan dalam kepemudaan di Hotel Petagiri Palmerah Jakarta, Kamis (18/12) tadi malam.

IPNU Juara 1 OKP Berprestasi 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Juara 1 OKP Berprestasi 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Juara 1 OKP Berprestasi 2014

Khairul Anam Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU yang juga putra daerah Sulawesi Selatan mengatakan, pernghargaan diterima oleh IPNU setelah melalui proses seleksi yang panjang dan ketat.

Ribath Nurul Hidayah

“Mewakili rekan-rekan pengurus tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada para anggota Majelis Pembina, Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah, Pimpinan Cabang, Anak Cabang, Ranting, Komisariat dan seluruh kader IPNU se Indonesia yang telah mendukung semua program PP IPNU dan tentunya penghargaan ini kita jadikan cambuk bagi rekan-rekan pengurus IPNU di daerah untuk semakin semangat dan konsisten mengawal pelajar Indonesia yang berprestasi,” ujarnya. (Andy Muhammad Idris/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Daerah, Pertandingan Ribath Nurul Hidayah

Fifi, Ketua IPPNU yang Siap Kontes Da’i

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Ketua Pengurus Anak Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PAC IPPNU) Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas Afifatur Rohmania bersama rekan-rekannya dari IPNU-IPPNU mengunjungi kantor redaksi Ribath Nurul Hidayah, Senin (9/6) siang.

Fifi, Ketua IPPNU yang Siap Kontes Da’i (Sumber Gambar : Nu Online)
Fifi, Ketua IPPNU yang Siap Kontes Da’i (Sumber Gambar : Nu Online)

Fifi, Ketua IPPNU yang Siap Kontes Da’i

Kunjungan ini dalam rangka silaturrahim sekaligus mohon doa restu bagi Fifi yang akan mengikuti kontes Akademi Sahur Indonesia (AKSI) yang segera tayang di sebuah stasiun televisi nasional.

Fifi (17), panggilan akrabnya, akan turut memeriahkan program yang dihelat tiap tahun sekali ini. Gadis yang baru lima bulan dilantik sebagai Ketua PAC IPPNU Kecamatan Kalibagor periode 2014-2016 ini merasa terpanggil untuk turut serta dalam kontes da’i tersebut.

Ribath Nurul Hidayah

“Motivasi saya ingin mensyiarkan agama melalui mimbar ceramah yang tayang di TV. Kegiatan AKSI periode II ini akan tayang tanggal 15 Juni live di Indosiar,” ujar Fifi.

Dua tahun silam, Fifi pernah tercatat sebagai Dai Pilihan di ANTV. Namun, karena baru berumur 15 tahun, dirinya disarankan untuk mengikuti kembali. “Akhirnya, saya dapat golden tiket untuk ikut kontes lagi. Saya pun langsung datang ke Jakarta untuk mendaftar,” terang Fifi.

Ribath Nurul Hidayah

Selain diantar keluarga, kedatangan Fifi di kantor PBNU untuk menghadap Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj didampingi Wakil Ketua PAC Anshor Sokaraja Asyik Gesang Sugiarto (40) yang juga menjabat Kepala Desa Sokaraja Tengah Kecamatan Sokaraja, Banyumas.

Fifi menceritakan, suatu ketika di desanya digelar pengajian dalam rangka halal bi halal.? Fifi, naik mimbar gara-gara pembicara asal Kebumen yang sedianya diminta berceramah di forum itu terlambat lama hingga membuat gusar para jamaah. Fifi masih ingat waktu itu dia kelas III SD pada tahun 2003.

“Saya gemes karena lama banget nunggu kiainya. Lalu saya nekat naik mimbar untuk menggantikannya ceramah. Saya sejak kecil memang mengidolakan Kiai Ma’ruf Islamudin. Saya bahkan hafal materi-materi ceramahnya. Dengan bekal tersebut saya lalu berceramah,” ujarnya bangga.

Ia menambahkan, dewan juri pada AKSI periode dua besok, lanjutnya, antara lain Mama Dedeh, Ustadz Wijayanto, Ustadz Maulana, dan Ustadz Ahmad al-Habsy. “Mohon doanya bagi seluruh kaum Nahdliyin, semoga kader muda NU ini memenangi kontes da’i besok,” harapnya. (Ali Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah AlaSantri Ribath Nurul Hidayah

Biasakan Murid Sowan Guru dengan Tugas Sekolah

Bojonegoro, Ribath Nurul Hidayah

Sudah menjadi tradisi setiap Lebaran murid bersilaturahim ke rumah gurunya masing-masing, namun itu harus dilatih agar tidak menjadi beban. Seperti yang dilakukan Yayasan Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin (YPPRT) Balen Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang melatih membiasakan muridnya melaksanaan tradisi itu dengan memberikan tugas saat momen Lebaran.

Biasakan Murid Sowan Guru dengan Tugas Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Biasakan Murid Sowan Guru dengan Tugas Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Biasakan Murid Sowan Guru dengan Tugas Sekolah

Setiap siswa dari MTs Islamiyah, MA Islamiyah, dan SMK Taruna Balen diharuskan mengumpulkan tanda tangan sebanyak sekitar 25 dari guru-gurunya. Hal itu sudah dilakukan bertahun-tahun, supaya siswa terbiasa sowan ke guru saat sekolah dan sampai lulus sekolah nanti.

"Silaturahim ke guru setiap Lebaran keempat, sudah berlangsung bertahun-tahun. Sebelum tahun 2008 sudah dilakukan," kata salah seorang guru, Mahin Hasan sambil menerima murid-muridnya.

Ribath Nurul Hidayah

Selain menjalin silaturahim antarsiswa dan guru, juga memberikan pembelajaran bagi siswa. Sehingga para siswa akan terbiasa setelah lulus akan sering bersilaturahim tidak hanya kepada guru, tetapi kepada sesama yang lainnya.

Ribath Nurul Hidayah

Hal senada juga diungkapkan kepala MTs Islamiyah Balen, Hizbullah, terkait kegiatan silaturahim siswa pada gurunya. "Semuanya diwajibkan datang ke guru, setiap Lebaran," ungkap Pak Bul, panggilan akrabnya.

Namun karena sekarang ini siswa kelas IX MTs dan kelas XII MA Islamiyah serta SMK Taruna sudah lulus, silaturahim hanya diwajibkan bagi kelas VII, VIII, X, serta kelas XI. "Kalau semua lebih banyak lagi. Sekarang ini lebih sedikit, karen kelas tiga sudah lulus," pungkas guru agama lulusan IAIN Sunan Ampel itu. (M. Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Amalan, Nahdlatul Ulama Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 28 Juni 2017

Gerakan Muslimat NU Dikagumi di Timur Tengah

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Gerakan perempuan NU yang tergabung dalam Muslimat NU mendapat apresiasi dan kekaguman dari kalangan perempuan di Timur Tengah yang selama ini aktivitasnya terkekang di dalam rumah.

“Mereka keheranan, kok bisa perempuan Indonesia membuat berbagai kegiatan dan semuanya dilaksanakan sendiri. Semua yang datang bertemu Muslimat NU selalu mengakui seperti itu, baik dari Yordania, Palestina, Yaman dan lainnya,“ kata Hj Nurhayati Said Aqil, Kamis (1/3) di gedung PBNU.

Gerakan Muslimat NU Dikagumi di Timur Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Muslimat NU Dikagumi di Timur Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Muslimat NU Dikagumi di Timur Tengah

Hari ini, Muslimat NU menerima kunjungan dari delegasi Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN-nya) Yordania dalam rangka belajar mengenai program KB ke Indonesia.

Ribath Nurul Hidayah

Nurhayati pernah mengalami sendiri kehidupan perempuan di Arab Saudi selama 12 tahun ketika menemani suaminya, KH Said Aqil Siroj ketika belajar di Makkah.

“Perempuan tidak boleh kemana-mana, sholat di masjid saja tidak boleh, kecuali di masjidil haram. Makanya Mereka ingin membuat organisasi seperti Muslimat di negaranya,“ kata Nurhayati.

Ribath Nurul Hidayah

Ia menyatakan, kunjungan ini akan ditindaklanjuti dengan kerjasama kedua belah fihak agar bisa saling memanfaatkan kelebihan masing-masing.

Mewakili delagasi Yordania Nawal Faouri, senator, Jordan Helath, communication partnership dan Edson E Whitney, dari Johns Hopkin Bloomberg School of Public Health. Mewakili Muslimat NU Nurhayati Said Aqil, Mahsanah Asnawi, Sri Mulyati, Yenny Wahid dan sejumlah pengurus lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, terjadi dialog yang cukup interaktif. Delegasi Yordania sangat penasaran, bagaimana Muslimat NU mampu melaksanakan program sampai ke tingkat grassroot.

Mahsanah Asnawi menjelaskan, Muslimat NU memiliki struktur organisasi dari tingkat pusat sampai ke desa-desa. Saat ini jumlah anggotanya sudah mencapai 12 juta. Melalui jaringan organisasi inilah, berbagai program didisseminasikan ke berbagai daerah.

Selain itu, Muslimat NU yang merupakan badan otonom NU bekerjasama dengan lembaga dan badan otonom lain untuk menjalankan program tersebut, seperti dengan Lembaga Pendidikan Maarif NU, Lembaga Kemaslahatan Keluarga NU, Lembaga Kesehatan NU, Ansor dan lainnya.

Sementara itu, Sri Mulyati, menjelaskan program KB Muslimat NU telah dimulai sejak tahun 1969 dan terus berkembang sampai saat ini. Keterlibatan NU dan Muslimat menjadi salah satu factor keberhasilan Indonesia dalam mengurangi angka kelahiran.

Muslimat NU menjelaskan pentingnya mengikuti KB dari sudut pandang keagamaan, seperti berdasarkan prinsip kulliyatul qomsah, yaitu hal-hal yang harus dijaga, yang salah satunya adalah menjaga keturunan tetap baik.

“Disinilah pentingnya menjaga jarak kelahiran dan jumlah anak yang dilahirkan agar menghasilkan generasi yang berkualitas,” paparnya.

Namun demikian, ia menegaskan, para ulama NU mengharamkan adanya alat kontrasepsi yang menghilangkan kemampuan melakukan reproduksi. Yang diizinkan adalah membatasinya.

Sri Mulyati menjelaskan, saat ini masih banyak tantangan untuk meningkatkan dan menjaga kesinambungan program kesehatan bagi perempuan dan KB ini, seperti akses geografi yang sulit, pendanaan, pengetahuan, budaya dan lain.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Nahdlatul Ulama Ribath Nurul Hidayah

Kapan Nyusul?

Saat itu Bakar yang berumur 35 tahun sedang hadir dalam pernikahan tetangganya, ia hadir sebagai perwakilan pramusaji dari karang taruna.

Ketika menyajikan makanan, ia bertemu dengan tetangganya Mbah Wiro dan bertanya, “Kar kapan nyusul nikah?”

Bakar menjawab, “Segera mbah”.

Keesokan harinya Bakar mendapat undangan pernikahan di tetangga kampungnya, dan saat ia hadir lagi-lagi bertemu Mbah Wiro dan bertanya, “Kapan nyusul?”

Kapan Nyusul? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapan Nyusul? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapan Nyusul?

Bakar  menjawab, “Besok mbah.”

Usai pulang dari hajatan, Bakar pun pergi ke masjid dan bertemu teman-temannya yang sudah punya anak istri semua. Usai sholat Ashar, ia pun sejenak melepas lelah dan berkelakar dengan temannya, salah satu temannya bilang kalau adiknya yang masih SMA hendak menikah, tiba-tiba mbah Wiro datang dan menyeletuk, “Kapan nyusul Kar”?

Bakar pun hanya tersenyum sinis sembari mengambil sandal dan berjalan pulang dengan hati kesal.

Ribath Nurul Hidayah

Tak beberapa lama, ada kabar duka bahwa Mbah Suryo tetangganya meninggal dunia, Bakar pun takziyah dan duduk disamping Mbah Wiro.

Bakar  yang kala itu masih kesal dengan Mbah Wiro berbisik pelan dan bertanya pada Mbah Wiro, “Mbah kapan nyusul?” (Ahmad Rosidi)

Ribath Nurul Hidayah

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah PonPes Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 27 Juni 2017

Kemenag Brebes Santuni Yatim Piatu

Brebes,Ribath Nurul Hidayah. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Brebes memberikan santunan kepada ratusan anak yatim piatu penghuni panti asuhan. Pemberian santunan sebagai bentuk kepedulian kepada anak-anak yatim.

Kemenag Brebes Santuni Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Brebes Santuni Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Brebes Santuni Yatim Piatu

“Kami ingin saling berbagai dan ingin meminta doa dari anak yatim,” tutur Kepala Kemenag Kab Brebes Drs H Imam Hidayat MPdI di sela pemberian santunan, di aula Kantor Kemenag Brebes, Selasa (15/7/14).

Menurut Imam, doa anak yatim sangat makbul. Untuk itu, dia berharap dari mereka agar segenap keluarga besar Kemenag Brebes mendapatkan perlindungan dari Allah SWT, bisa bekerja dengan baik dan benar, mendapatkan rezeki yang melimpah dan halal. “Kami hanya berharap doa dari anak-anak yatim ini,” kata Imam.

Ribath Nurul Hidayah

Sebelumnya, para anak yatim diajak berbuka puasa bersama dan shalat maghrib berjamaah, mereka juga diajak berdiskusi dan menyampaikan taushiyah Ramadhan serta menjawab berbagai pertanyaan dari Kepala Kemenag, Kasubag TU dan para Kepala Seksi. “Bagi yang bertanya dan berani tampil kami beri hadiah,” tutur H Makmur MPdI selaku panitia penyelenggara.

Ribath Nurul Hidayah

Santunan diberikan kepada 100 anak yatim menghuni panti asuhan Putra Muslimat Kauman Brebes, panti asuhan Muhammadiyah Pasarbatang dan panti asuhan Darul Nadlonal Gamprit Brebes. “Meskipun besarnya santunan kecil, tapi mudah-mudahan bernilai tinggi sebagai bentuk kepedulian kami,” tambah Makmur.

Ahmad, salah seorang penghuni panti merasa gembira mendapatkan santunan dari Kemenag. Karena perhatian dari instansi menjelang hari raya dan tahun pelajaran baru sangat meringankan beban dirinya. “Ya, Alhamdulillah bisa buat beli buku baru,” tuturnya.

Selain pemberian santunan, Kemenag juga memberikan bantuan Al-Qur’an, ruku, sarung, mukena untuk 34 masjid di 17 kecamatan se-Kabupaten Brebes. Pemberian bantuan diserahkan pada saat Safari Ramadhan bersama Bupati Brebes dan Forkompinda. “Minimal, di masjid tersebut tersedia Al-Qur’an, sarung dan mukena untuk memfasilitasi para musafir yang hendak beribadah shalat,” terangnya. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Hikmah, PonPes Ribath Nurul Hidayah

Lawan Narkoba, Ini Agenda Akhir Pekan GP Ansor Bondowoso

Bondowoso, Ribath Nurul Hidayah

Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur bertekad “melawan” narkoba yang telah menjangkiti anak-anak muda. Untuk itu, GP Ansor? akan mengadakan penyuluhan antinarkoba kepada anak-anak muda dan deklarasi Badan Ansor Antinarkoba (Baanar), kemudian ikrar pemuda santri berprestasi Bondowoso antinarkoba.

Lawan Narkoba, Ini Agenda Akhir Pekan GP Ansor Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)
Lawan Narkoba, Ini Agenda Akhir Pekan GP Ansor Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)

Lawan Narkoba, Ini Agenda Akhir Pekan GP Ansor Bondowoso

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada akhir pekan ini yaitu, Jumat- Sabtu (26-27/8) di Ijen View Hotel. Kegiatan tersebut rencananya diikuti 65 peserta; dari Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Fatayat NU, santri dan para Ketua Pimpinan Anak Cabang GP Ansor se-Kabupaten Bondowoso.

“Narasumber penyuluhan ini didatangkan dari Kementerian Sosial dan Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor," kata Ketua GP Ansor Bondowoso Muzammil saat ditemui Ribath Nurul Hidayah di Kantor Markar Besar GP Ansor Bondowoso Selasa malam (23/8).

Ribath Nurul Hidayah

Lebih rinci Muzammil menjelaskan, pada 27 Agustus, akan diadalan Deklarasi Badan Ansor Antinarkoba (Baanar) dan Ikrar Pemuda-Santri Bondowoso Anti Narkoba di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Desa Tangsil Wetan, Kecamatan Wonosari. Kegiatan tersebut akan diikuti sekitar1500 orang dari unsur pemuda dan santri dan dihadiri Menteri Sosial RI Hj. Khafifah Indar Parawansa.

Ribath Nurul Hidayah

Menurut Muzammil kegiatan tersebut diadakan kerana akhir-akhir ini peredaran Narkoba sudah merambah ke pelosok-pelosok desa dan tentunya harus diantisipasi sejak dini.

GP Ansor, katanya, akan selalu memberikan penyadaran dan penyuluhan secara intensif kepada kader-kader Ansor agar tidak terpengaruh oleh benda-benda haram tersebut.

Ia juga berharap dengan diadakannya kegiatan terrsebut, ada antisipasi sejak dini yang dilakukan oleh semua pihak terutama pemangku kebijakan yang tergabung dalam Forpimda Kabupaten Bondowoso.

“Semua pihak harus terus memberikan support terhadap pemuda dan santri agar terhindar dari pengaruh benda haram (narkoba),” pungkasnya. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Ubudiyah, Syariah Ribath Nurul Hidayah