Kamis, 29 Desember 2016

Pulang Rapat Maulid, Anggota Banser Dikeroyok Geng Motor

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jakarta Timur akan segera membuat laporan kepada kepolisian terkait salah seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) bernama Rahul Husna (18 tahun) yang menjadi korban pengeroyokan geng motor di Jalan H. Jusin, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

Komandan Banser Jakarta Timur M Firdaus Ibond menyatakan, langkah hukum ini ditempuh untuk memberikan efek jera walaupun para pelaku masih berusia muda. Ia berharap warga Jakarta yang beraktivitas di malam hari mendapatkan jaminan ketenangan serta keamanan dari kepolisian.

Pulang Rapat Maulid, Anggota Banser Dikeroyok Geng Motor (Sumber Gambar : Nu Online)
Pulang Rapat Maulid, Anggota Banser Dikeroyok Geng Motor (Sumber Gambar : Nu Online)

Pulang Rapat Maulid, Anggota Banser Dikeroyok Geng Motor

"Kami sebagai bagian dari masyarakat harus melaporkan tindak kriminalitas oleh geng motor yang meresahkan warga, apalagi saat ini suasana di Jakarta sedang panasnya karena berbagai hal. Salah satunya karena keamanan serta kenyamanan warga terganggu karena aksi kriminalitas yang sering terjadi. Harapan kita kepada pihak kepolisian wajib menangkap dan memproses tindak kriminal ini,” katanya dalam siaran pers yang terima Ribath Nurul Hidayah, Rabu (21/12).

Ribath Nurul Hidayah

Sebelumnya, PC GP Ansor Jakarta Timur mendapatkan kabar bahwa pengeroyokan itu sepulang korban rapat persiapan Maulid Nabi Muhammad SAW di kediaman pengurus NU Ciracas pada hari Jumat malam. Saat itulah sekitar 30-an motor berusaha masuk ke dalam Jalan H. Jusin Kelurahan Susukan, dan menyerang korban yang kebetulan berada di sekitar lokasi.

Saat ini korban Rahul Husna dalam proses perawatan secara intensif karena mendapatkan tujuh luka tusukan di tubuhnya, salah satunya mengenai paru paru.

Di tempat terpisah Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Jakarta Timur H Mahmud Mudzofar berharap kepada kepolisian agar mampu menangkap pelaku kejahatan ini. "Kita doakan bersama, insyaallah kepolisian dapat menangkap para pelaku, agar kejadian ini tidak terulang lagi, agar masa depan pemuda Indonesia menjadi cerah," tutupnya. (Mahbib)

Ribath Nurul Hidayah



Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah News, Hikmah Ribath Nurul Hidayah

Selasa, 27 Desember 2016

Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar dalam Kitab Irsyadul Ibad

Pringsewu, Ribath Nurul Hidayah. Pada Bulan Ramadhan, Allah menurunkan malam penuh dengan fadhilah dan barakah yang berjuluk malam seribu bulan yaitu malam lailatul qadar. Malam ini merupakan malam dimana diturunkan Al-Qur’an dan para Malaikat Allah ke muka bumi.

Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar dalam Kitab Irsyadul Ibad (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar dalam Kitab Irsyadul Ibad (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar dalam Kitab Irsyadul Ibad

"Kita sebagai ummat Nabi Muhammad SAW patut bersyukur karena malam spesial ini hanya diberikan kepada kita. Ummat sebelum Nabi Muhammad tidak memilikinya," ujar Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pringsewu KH Ridwan Syuaib saat menyampaikan materi Ngaji Ahad Sore (Jihad Sore), Ahad (26/6).

Berdasarkan beberapa Hadits yang termaktub pada Kitab Irsyadul Ibad, pada 10 hari terakhir di Bulan Ramadhan Nabi Muhammad meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadahnya bersama keluarganya.

"Nabi selalu beribadah dengan sungguh-sungguh di 10 hari terakhir dan mengamalkan ibadah yang tidak dilakukan beliau pada bulan lainnya," terangnya.

Ribath Nurul Hidayah

Lebih lanjut Abah Ridwan, begitu Ia biasa dipanggil, menjelaskan beberapa ciri datangnya lailatul qurban yang salah satunya adalah turun dimalam-malam ganjil pada 10 malam terakhir ramadhan.

"Rasul juga memberitahukan bahwa pada ciri lain Lailatu Qadar di antaranya suasana malam yang terang, cerah, tidak panas dan tidak dingin, tidak ada mendung, tidak hujan dan berangin dan tidak ada bintang berjalan," rincinya. Pada siang harinya tambahnya, suasana cerah dan matahari bersinar namun tidak terasa panasnya.

Pada lailatul qadar, Abah Ridwan menghimbau seluruh ummat Islam untuk memburu malam yang hanya ada di Bulan Ramadhan. "Mari bersama-sama memburu, mengintai lailatul qadar dengan doa, shalat dan amalan-amalan ibadah lainnya," ajaknya.

Secara pribadi, Abah Ridwan dan Jamaah dilingkungannya sudah melakukan Program Tahunan untuk mendapatkan lailatul qadar. "Kita beritikaf di Masjid pada malam-malam ganjil sampai dengan shubuh dengan melakukan rangkaian amalan Ibadah," ujarnya.

Ibadah-ibadah tersebut meliputi Shalat Tahiyatul Masjid Shalat Sunnat Wudlu, Taubat, Hajat dan Tahajud. Setelah itu membaca Tasbih, Fatihah dan doa yang ditujukan untuk para Nabi, Guru, Orang Tua dan putera-puteri kita.

Ribath Nurul Hidayah

"Setelah membaca shalawat dan tahlil sebanyak 100 kali kegiatan ditutup dengan doa," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Pahlawan Ribath Nurul Hidayah

Senin, 26 Desember 2016

Amalan Menyambut Ramadhan

Tidak terasa bulan Sya’ban telah bergulir hampir separuh perjalanan. Itu artinya waktu semakin mendekati bulan Ramadhan. Sudah maklum bagi kita semua keistimewaan bulan Ramadhan. Hal ini bisa terasakan pada kehidupan di sekitar kita.Tidak hanya harga sembako yang secara perlahan tapi pasti mulai beranjak naik, tetapi juga semangat beribadah semua orang dari anak-anak hingga nenek-nenekpun semakin bertambah. Bahkan masjid dan mushalla mulai berbenah diri untuk menyambut, tarawih, tadarrus dan buka bersama.

Lantas apa semua amalan-amalan yang sebaiknya dilakukan dalam rangka menyambut bulan Ramadhan ini?

Pertama, amalan terpenting itu adalah amalan hati, yaitu niat menyambut bulan Ramadhan dengan lapang hati (ikhlas) dan gembira. Karena hal itu dapat menjauhkan diri dari api nereka.

Amalan Menyambut Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Amalan Menyambut Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Amalan Menyambut Ramadhan

Sebuah hadits yang termaktub dalam Durrotun Nasihin menjelaskan dengan.

مَنْ فَرِحَ بِدُخُولِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلىَ النِّيْرَانِ

Siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka.

Begitu mulianya bulan Ramadhan sehingga untuk menyambutnya saja, Allah telah menggaransi kita selamat dari api neraka. Oleh karena itu wajar jika para ulama salaf terdahulu selalu mengucapkan doa:

Ribath Nurul Hidayah

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبَ وَ شَعْبَانَ وَ بَلِغْنَا رَمَضَانَ

"Ya Allah sampaikanlah aku dengan selamat ke Ramadhan, selamatkan Ramadhan untukku dan selamatkan aku hingga selesai Ramadhan".

Sampai kepada Ramadhan adalah kebahagiaan yang luar biasa, karena hanya di bulan itu mereka bisa mendapatkan nikmat dan karunia Allah yang tidak terkira. Tidak mengherankan jika kemudian Nabi saw dan para sahabat menyambut Ramadhan dengan senyum dan tahmid, dan melepas kepergian Ramadhan dengan tangis.

Ribath Nurul Hidayah

Kedua, berziarah ke makam orangtua; mengirim doa untuk mereka yang oleh sebagain daerah dikenal dengan istilah kirim dongo poso. Yaitu mengirim doa untuk para leluhur dan sekaligus bertawassul kepada mereka semoga diberi keselamatan dan berkah dalam menjalankan puasa selama sebulan mendatang. Tawassul dalam berdo’a merupakan anjuran dalam islam. Sebagaimana termaktub dalam Surat al-Maidah ayat 35

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّـهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (Q.S. al-Maidah: 35).

Diriwayatkan pula dari sahabat Ali bin Abi Thalib, bahwa Rasulallah Muhammad s.a.w ketika menguburkan Fatimah binti Asad, ibu dari sahabat Ali bin Abi Thalib, beliau berdoa :

 Ø§ÙŽÙ„لَّهُمَّ بٍحَقٍّيْ وَحَقِّ الأنْبٍيَاءِ مِنْ قَبْلِيْ اغْفِرْلأُمِّيْ بَعْدَ أُمِّيْ

Artinya: Ya Allah dengan hakku dan hak-hak para nabi sebelumku, Ampunilah dosa ibuku setelah  Engkau ampuni ibu kandungku. (H.R.Thabrani, Abu Naim, dan al-Haitsami) dan lain-lain.

Ketiga, saling memaafkan. Mengingat bulan Ramadhan adalah bulan suci, maka tradisi bersucipun menjadi sangat seseuai ketika menghadapi bulan Ramadhan. Baik bersuci secar lahir seperti membersihkan rumah dan pekarangannya dan mengecat kembali mushalla, maupun bersuci secara bathin yang biasanya diterjemahkan dengan saling memaafkan antar sesama umat muslim. Terutama keluarga, tetangga dan kawan-kawan. Hal ini sesuai dengan anjuran Islam dalam al-Baqarah ayat 178;

 ...فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ وَأَدَاءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ ذَلِكَ تَخْفِيفٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَرَحْمَةٌ فَمَنِ اعْتَدَى بَعْدَ ذَلِكَ فَلَهُ عَذَابٌ أَلِيمٌ.

 Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (dia) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih.(QS. 2:178)

Menurut sebuah hadis shahih, Nabi Muhammad saw. Pernah menganjurkan agar siapa yang mempunyai tanggung jawab terhadap orang lain, baiknya itu menyangkut kehormatan atau apa saja, segera menyelesaikannya di dunia ini, sehingga tanggung jawab itu menjadi bebas (bisa dengan menebus, bisa dengan meminta halal, atau meminta maaf). Sebab nanti di akherat sudah tidak ada lagi uang untuk tebus menebus. Orang yang mempunyai tanggungan dan belum meminta halal ketika dunia, kelak akan diperhitungkan dengan amalnya: apabila dia punya amal saleh, dari amal salehnya itulah tanggungannya akan ditebus; bila tidak memiliki, maka dosa atas orang yang disalahinya akan ditimpakan kepadanya, dengan ukuran tanggungannya. (Lihat misalnya, jawahir al-Bukhori, hlm. 275, hadis nomer: 353 dan shahih Muslim, II/430).

Dengan kata lain, jika seseorang ingin bebas dari kesalahan sesama manusia, hendaklah meminta maaf kepada yang bersangkutan. Begitu pula jika seseorang menginginkan kesucian diri guna menyambut bulan yang suci maka hendaklah saling memafkan.

Redaktur: Ulil Hadrawy

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Lomba Ribath Nurul Hidayah

Jumat, 23 Desember 2016

Perdana, Kompetisi Sains Madrasah 2016 Diikuti Sekolah Umum

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam kembali menggelar Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2016. Ajang bertemunya siswa-siswa madrasah berprestasi dari masing-masing provinsi akan diselenggarakan di Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat 23-27 Agustus 2016.

Perdana, Kompetisi Sains Madrasah 2016 Diikuti Sekolah Umum (Sumber Gambar : Nu Online)
Perdana, Kompetisi Sains Madrasah 2016 Diikuti Sekolah Umum (Sumber Gambar : Nu Online)

Perdana, Kompetisi Sains Madrasah 2016 Diikuti Sekolah Umum

Penyelenggaraan KSM ke-5 Tahun 2016 akan berbeda dan ada sesuatu yang baru dibanding peyelenggaraan KSM tahun-tahun sebelumnya. Pada penyelenggaraan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Nasional Ke-5 Tahun 2016 diikutsertakan siswa-siswa sekolah umum.

Hal ini dinyatakan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin saat Konferensi Pers KSM Ke-5 Tahun 2016 di Ruang Sidang Setjen Kemenag, Gedung Kemenag Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4 Jakarta, Jumat (19/8).

"KSM ke-5 ini, selain diikuti oleh siswa-siswi madrasah, termasuk MAN IC, juga bisa diikuti oleh siswa siswa sekolah yang berada dalam naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kemenag telah sepakat dengan Kemendikbud, baik KSM yang diselenggarakan oleh Kemenag, maupun OSN (Olimpiade Siswa Nasional) yang dilakukan oleh Kemendikbud, dapat diikuti oleh siswa-siswa, baik dari Kemenag maupun Kemendikbud. Begitu pula lomba-lomba lainnya yang diselenggarakan oleh dua kementerian tersebut," terang Dirjen dilansir kemenag.go.id.

Dirjen melanjutkan, dalam KSM ini kali, selain sains, juga akan dilombakan soal-soal Agama Islam. Pada KSM ke-5 yang mengangkat tema: Mempersiapkan Generasi Unggul Berwawasan Global tersebut, setiap provinsi mengirim 11 peserta yang sebelumnya telah memenangi KSM tingkat provinsi. Selain siswa dan siswi madrasah, KSM ini juga akan diikuti oleh 17 MAN IC seluruh Indonesia. Total peserta pada KSM ini kali adalah 865 peserta dari seluruh provinsi di Indonesia.

Ribath Nurul Hidayah

Dalam KSM ini kali, selain kompetisi sains dan Agama Islam, ada beberapa kegiatan antara lain surta game online, matematika gasing, workshop motivasi pengembangan diri dan rembuk nasional bidang kesiswaan madrasah se Indonesia.

Untuk tingkat MI/SD, bidang yang dilombakan adalah Matematika dan Agama Islam, IPA dan Agama Islam. Sedang tingkat MTs/SMP, ada Matematika dan Agama Islam, Biologi dan Agama Islam serta Fisika dan Agama Islam. Sementara untuk tingkat MA/SMU, ada 6 bidang perlombaan, yakni Matematika dan Agama Islam, Biologi dan Agama Islam, Fisika dan Agama Islam, Kimia dan Agama Islam, Ekonomi dan Agama Islam serta Geogragfi dan Agama Islam.

Ribath Nurul Hidayah

Ikut mendampingi Dirjen Pendis dalam koprensi pers ini, Direktur Madrasah M. Nur Kholis Setiawan dan Pgs Kapus Pinmas Syafrizal. (Kemenag/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Syariah, Sholawat Ribath Nurul Hidayah

Rabu, 21 Desember 2016

Jaga Keutuhan Bangsa sebagai Warisan Para Ulama

Demak, Ribath Nurul Hidayah. Nahdlatul Ulama sebagai organisasi sosial ? keagamaan selama ini punya andil besar dalam mendirikan bangsa Indonesia mulai dari zaman penjajah sampai kemerdekaan seperti sekarang ini. Untuk menjaga keutuhan perjuangan tersebut diperlukan eksistensi organisasi dari pengurus pusat sampai jajaran pengurus paling bawah yakni pengurus ranting dibawah kepemimpinan para ulama NU.

“Kesuksesan yang dibawa para pendiri negara yaitu Ulama NU, kita wajib meneruskan, tanggung jawab dipundak kita untuk menjaganya,” ujar Habib Thohir Al Kaff dari Tegal Jateng pada acara Istightsah kebangsaan, halal bihalal dan lailatul ijtima yang diselenggarakan PCNU Demak di Gedung IHM Muslimat NU Jl Yudomenggalan Bintoro Demak, Selasa (2/8).

Jaga Keutuhan Bangsa sebagai Warisan Para Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaga Keutuhan Bangsa sebagai Warisan Para Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaga Keutuhan Bangsa sebagai Warisan Para Ulama

Habib Thohir juga menegaskan untuk sukses dan terlaksananya tujuan tersebut, sangat di butuhkan pengorbanan dan sifat kejuangan yang tinggi demi kesolidan dan eksistensi semua pengurus untuk menjadikan organisasi lebih kuat dalam hal konsolidasi organisasi, sehingga apapun produk dan kebijakan organisasi akan didengarkan dan di perhatikan oleh anggota, umat, elemen masyarakat tak terkecuali pemerintah.

“NU akan tetap menjadi ? panutan masyarakat terutama pemerintah, makanya dibutuhkan pengorbanan yang tinggi, karena kalau kita tidak mau berkorban, pasti kita akan jadi korban, maka jadi pengurus harus siap berkorban,” tegas Habib Thohir.

Ribath Nurul Hidayah

Sementara itu, Ketua PCNU Demak KH Musadad Syarif menjelaskan, lailatul ijtima dalam halal bihalal yang dikemas dengan istighotsah kebangsaan ini dimaksudkan untuk mendoakan bangsa dan negara agar senantiasa aman dan sejahtera.

“Halal bihalal ini sengaja kami isi dengan istighotsah kebangsaan, selain sebagai ajang konsolidasi organisasi, juga untuk mendoakan bagsa dan negara agar tetap aman sentosa,” tutur Musadad.

Lailatul ijtima yang dihadiri pengurus cabang hingga pengurus ranting tersebut selain diisi dengan ? istighotsah, halal bihalal juga diisi dengan ijazah hizib nashor oleh ketua JATMAN Jateng, KH Zaini Mawardi. (A Shiddiq Sugiarto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah Nahdlatul Ulama, Hadits Ribath Nurul Hidayah

Pelajar NU Cirebon Gelar Bedah Buku “Benturan NU-PKI”

Cirebon, Ribath Nurul Hidayah

Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menggelar Bedah Buku “Benturan NU-PKI 1948-1965” karya H Abdul Mun’im DZ di Kampus Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon (IAI BBC).

Bedah buku yang berlangsung Rabu (28/09) dihadiri oleh lebih dari 350 peserta yang terdiri dari kader Pimpinan Anak Cabang, Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU se-Kabupaten Cirebon, mahasiswa, serta tamu undangan. Tamu undangan yang hadir, di antaranya utusan dari berbagai kampus yang ada di kota Cirebon serta dari pengurus IPNU-IPPNU se-Wilayah III Cirebon, seperti Pengurus PC. IPNU- IPPNU Kota Cirebon, PC IPNU-IPPNU Kabupaten Indramayu.

Pelajar NU Cirebon Gelar Bedah Buku “Benturan NU-PKI” (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Cirebon Gelar Bedah Buku “Benturan NU-PKI” (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Cirebon Gelar Bedah Buku “Benturan NU-PKI”

Hamdan Tsani Tyo selaku ketua pelaksana bedah buku ini mengaku bahagia karena acara berjalan dengan lancar, peserta yang hadir pun lebih dari target kami. Itu berarti, banyak orang yang merespon positif dan merasa penasaran mengenai sejarah NU dan PKI di masa lalu.

Ribath Nurul Hidayah

“Apalagi ini momen yang tepat untuk mengingat sejarah dulu mengenai PKI, yakni peristiwa yang terjadi pada akhir bulan September yang dikenal dengan peristiwa G 30 S PKI,” ungkap Hamdan.

Menurut Abdul Mun’im, yang tak lain adalah penulis buku “Benturan NU-PKI 1948-1965” menjelaskan bahwa buku ini menjelaskan beberapa rangkaian peristiwa bagaimana PKI melakukan propaganda, memprovokasi, meneror, dan menyerang NU serta pesantren.

Ribath Nurul Hidayah

“Dalam buku ini juga dikemukakan pelurusan tentang permintaan maaf Gus Dur terhadap para korban G 30 S PKI yang mengalami kesalahpahaman. Artinya dipahami secara salah. Selain itu, juga megungkapkan sikap NU terhadap propaganda PKI,” ,jelasnya.

Sementara Ketua PC IPNU Kabupaten Cirebon, Ayub Al Ansori mengatakan, dengan bedah buku ini kader NU khususnya IPNU-IPPNU bisa menggali sejarah mana yang sepaptutnya kita pegang sebagai panutan sejarah, bukan untuk membuka luka lama, sehingga timbul konflik baru, tetapi sebagai tabayun dan tarbiyah bagi kita bahwa ada penggalan yang musti kita ingat dan pelajari.

“Gus Dur pun pernah bilang, kita mesti memaafkan tapi tidak untuk melupakan,” tambah Ayub. (Nur Jannah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Ahlussunnah Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 18 Desember 2016

Kader Muda NU Bogor Kenalkan Moderasi di Bahrain

Bogor, Ribath Nurul Hidayah. Kader muda NU Kabupaten Bogor Ahmad Zulfiqor menegaskan bahwa nilai-nilai moderasi dan toleransi yang dianut oleh organisasi Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia bisa menjadi prinsip acuan dalam mewujudkan perdamaian dunia.

“Akar permasalahan konflik di berbagai negara adalah ketiadaan ruang dialogis untuk menerima perbedaan. Nahdlatul Ulama sebagai organisasi massa Islam terbesar di Indonesia bahkan di dunia bisa menjadi contoh pergerakan dalam mewujudkan perdamaian yang dicita-citakan oleh seluruh bangsa,” katanya di hadapan ratusan delegasi dari berbagai Negara pada forum “International Youth Conference for Peace” yang dihelat di Gulf Convention Centre Manama Kerajaan Bahrain.

Kader Muda NU Bogor Kenalkan Moderasi di Bahrain (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muda NU Bogor Kenalkan Moderasi di Bahrain (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muda NU Bogor Kenalkan Moderasi di Bahrain

“Di dalam NU nilai-nilai tawazun, tawasuth, tasamuh dan i’tidal sangat dijunjung tinggi dan sudah menjadi prinsip perjuangan NU, sehingga tidak heran jika NU banyak dikenal sebagai organisasi yang sangat moderat dan sangat menghargai perbedaan,” tambah mantan Ketua PC IPNU itu.

Kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari dari tanggal 20-24 September 2013 digagas dan difasilitasi oleh Kerajaan Bahrain bekerjasama dengan PBB. Lima tema utama yang dibahas di forum ini yaitu Youth, Peace and economic development, Youth, peace and modern technology, Peace and Social Justice, Peace and Sportsmanship, Peace and Experiments Made on Peaceworldwide.

Hal yang paling disorot pada kegiatan konferensi ini adalah isu ‘Arab Springs’ dan Konflik antara Palestina dan Israel. Selain kedua isu tadi, para peserta konferensi juga menghujani forum dengan kritikan pedas atas kebijakan Amerika Serikat yang seringkali mengatasnamakan misi perdamaian pada beberapa invasi di Timur Tengah maupun kawasan lain, yang sejatinya aktifitas tersebut adalah sebuah peperangan dan sangat bertolak belakang dengan misi perdamaian dunia.

Ribath Nurul Hidayah

Konferensi yang dibuka langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Kerajaan Bahrain Syeikh Nasser bin Hamad Al Khalifa ini diharapkan menjadi ajang inisiasi dan penyatuan persepsi tentang hakikat perdamaian secara universal kepada para pemuda di seluruh dunia.

Diharapkan setelah kegiatan ini, para delegasi bisa menjadi duta-duta perdamaian serta mengkampanyekan nilai-nilai kebaikan di negaranya masing-masing.

Indonesia sendiri turut andil dalam kegiatan prestisius ini dengan mengirimkan dua orang delegasi. Pertama adalah Ahmad Zulfiqor  yang merepresentasikan NU dan Beni Pramula dari aktivis muda Muhammadiyah. (Akhsan Ustadhi/Anam)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Santri, Syariah Ribath Nurul Hidayah