“Tarekat-tarekat dengan ajaran zikrullah dan memuji sifat Allah muaranya adalah penyucian jiwa. Tetapi hendaknya tidak berhenti sampai di situ, karena? pada saat yang sama pengamal tarekat juga dituntut untuk mampu menyesuaikan diri di tengah-tengah masyarakat,” kata Kiai Rosyid.
| Selain Ajak Umat Taqarrub ilallah, Ini Peran Lain Ulama Tarekat (Sumber Gambar : Nu Online) |
Selain Ajak Umat Taqarrub ilallah, Ini Peran Lain Ulama Tarekat
Hal tersebut disampaikan Kiai Rosyid dalam sambutan pengukuhan dan pelantikan pengurus JATMAN DKI Jakarta masa khidmat 2017-2022 di Hotel Balairung, Matraman, Jakarta Timur, Ahad (19/3).Ia menyebut beberapa penganut dan mursyid tarekat di masa lalu, juga berjuang secara nyata bagi negaranya. Misalnya Syekh Assanusi merupakan tokoh tarekat yang mampu melakukan revitalisasi terhadap umat dengan memimpin perlawanan terhadap penjajah.
Ribath Nurul Hidayah
Kemudian Syekh Aaq Syamsudin tokoh spiritual yang mampu menanamkan kecintaan jihad terhadap Muhammad Al-Fatih, sehingga Muhammad Al-Fatih mampu merebut Konstatinopel (Istambul).Ribath Nurul Hidayah
“Bahkan di Indonesia ada Pangeran Diponegoro, seorang sufi tarekat yang mampu menggerakkan masyarakat melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda. Saat ini tarekat di Indonesia, dengan dipelopori Habib Lutfi juga aktif menggerakkan bela negara. Hal ini mencerminkan bagaimana tarekat juga berperan bagi keselamatan negara,” tambahnya.Karena itu, ke depan ulama-ulama tarekat bila melihat adanya ketertinggalan ekonomi, harus memiliki kepedulian dan mengatasi persoalan tersebut.
“Ulama tarekat harus mampu menangani masalah riil dalam masyarakat. Kalau sekarang banyak warga yang tidak punya pekerjaan, maka ulama tarekat harus mampu membuat terobosan agar masyarakat mendapatkan pekerjaan yang halal. Demikian juga bila bangsa dan umat Islam di negeri ini banyak yang belum terdidik, tarekat mengupayakan penyediaan layanan pendidikan, agar bangsa Indonesia menjadi lebih terdidik,” tandas Kiai Rosyid. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
Ribath Nurul Hidayah Hikmah Ribath Nurul Hidayah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar