Rabu, 06 Juli 2005

NU: Partai Politik Harus Rekrut Legislator yang Berakhlak

Jakarta, Ribath Nurul Hidayah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, menilai beredarnya video porno yang diduga diperankan oleh anggota DPR RI, tak lepas dari kesalahan dalam proses rekrutmen legislator oleh partai politik. Di waktu mendatang aspek moral diminta disertakan dalam proses yang sama.

"Dulu rekrutmen legislator oleh partai hanya berdasarkan kemampuan menarik konstituen, entah pakai program atau pakai uang. Dulu aspek moral mungkin tidak dipertimbangkan, tapi yang akan datang ini harus menjadi pelajaran berarti. Partai politik harus bisa mencari legislator yang benar-benar berakhlak," kata Kiai Said di Jakarta, Selasa (24/4). 

NU: Partai Politik Harus Rekrut Legislator yang Berakhlak (Sumber Gambar : Nu Online)
NU: Partai Politik Harus Rekrut Legislator yang Berakhlak (Sumber Gambar : Nu Online)

NU: Partai Politik Harus Rekrut Legislator yang Berakhlak

Permintaan itu disampaikan Kiai Said untuk menjaga nama baik parlemen, yang belakangan banyak mendapatkan penilaian miring di mata masyarakat. "Ini untuk nama baik parlemen kita juga," tambahnya tegas.

Ribath Nurul Hidayah

Meski demikian Kiai Said meminta agar pembuktian atas video porno yang diduga diperankan oleh anggota DPR RI tersebut dilakukan secara berhati-hati. Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi dan memberikan penilaian negatif terlebih dahulu. 

"Kalau betul itu anggota DPR kami jelas sangat menyayangkan, yang mana negara kita sedang mengalami kemerosotan moral yang luar biasa. Tapi itu harus dicek benar-benar dulu, harus tabayyun, harus diperiksa dengan teliti apakah itu benar anggota DPR yang kabarnya sangat terkenal," urai Kiai Said. 

Ribath Nurul Hidayah

Mengaca pada kasus video porno yang sebelumnya juga beredar dengan pemeran anggota DPR RI, dimana pada prosesnya dilakukan  pemecatan terhadap pelakunya, langkah yang sama diminta dilakukan terhadap kasus terbaru ini. 

"Sekali lagi kalau memang itu benar ya harus dipecat. Ini untuk menjaga nama baik parlemen dan memberikan contoh ke masyarakat, bahwa tindakan-tindakan semacam itu tidak baik dan tidak dibenarkan," pungkas Kiai Said. 

Penulis: Emha Nabil Haroen

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah Warta, Aswaja Ribath Nurul Hidayah

Minggu, 19 Desember 2004

Banser Tanggap Bencana Jember Bantu Evakuasi Korban Puting Beliung

Jember, Ribath Nurul Hidayah. Hujan deras yang disertai terjangan angin puting beliung di Desa/Kecamatan Pakusari Jember Jawa Timur, Kamis sore (5/1) menyisakan duka yang memilukan. Duka tersebut tidak hanya diderita korban dan keluarganya, tapi juga dirasakan tim Bagana (Banser Tanggap Bencana) Jember. Pada Jumat (6/1) tim penanggulangan bencana yang dibentuk? GP Ansor Jember tersebut menurunkan 10 anggotanya untuk membantu penanganan rumah dan fasilitas yang rusak akibat hantaman puting beliung.

Menurut salah seorang? pernonil Bagana, Rasyidi, puting beliung itu cukup dahsyat sehingga menghunjam kekagetan bagi warga. “Kata saksi mata, puting beliung? itu hanya berlangsung? beberapa saat, namun besar. Untungnya, warga segera berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri,” ujarnya kepada Ribath Nurul Hidayah.

Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember dan masyarakat, tim Bagana Jember menyasar Desa Pakusari. Desa inilah yang paling parah dirusak puting beliung. Tercatat ada 25 rumah roboh dan? 240 rumah rusak sedang hingga ringan serta sejumlah pohon tumbang. Di desa ini pula korban atas nama Ny Musia (60) meninggal dunia dan beberapa lainnya cedera, mulai dari patah tulang hingga lecet dan memar. Tim Bagana bahu membahu dengan elemen lain membereskan reruntuhan rumah yang berserakan.

Banser Tanggap Bencana Jember Bantu Evakuasi Korban Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Tanggap Bencana Jember Bantu Evakuasi Korban Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Tanggap Bencana Jember Bantu Evakuasi Korban Puting Beliung

“Kalau korban cedera sudah ditangani Puskesmas. Kami kerja bakti membantu menangani rumah-rumah yang rusak,” lanjutnya sambil menambahkan bahwa tim Bagana akan turun lagi untuk membantu berikutnya.

Selain menghantam Pakusari, angin? puting beliung? juga menerjang beberapa desa di Kecamatan Sumbersari, Mayang dan Silo. Namun kerusakan yang ditimbulkan tidak sebetapa parah. Data BPBD Kabupaten Jember menyebutkan total ada 292 rumah rusak akibat amukan puting beliung. (Aryud A. Razaq/Abdullah Alawi)

Ribath Nurul Hidayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Ribath Nurul Hidayah

Ribath Nurul Hidayah RMI NU, Santri, Pesantren Ribath Nurul Hidayah