Hal itu disampaikan A’wan PWNU Jawa Timur saat menghadiri sahur bersama yang digelar RMI Probolinggo dengan pengasuh pesantren dan madin se-Kabupaten Probolinggo di kediaman Farid Wajdi Desa Kerpangan Kecamatan Leces, Jum’at (24/6) dini hari.
| Pesantren Terus Benahi Manajemen Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online) |
Pesantren Terus Benahi Manajemen Pendidikan
“Tuntutan zaman saat ini bukan lagi kuantitas, tetapi juga kualitas. Bukan lagi zamannya banyak-banyakan santri. Orang tua saat ini melihat kesungguhan dari pengasuh benar-benar mengasuh apa tidak. Minimal pengasuh itu mengimami karena pergeseran zaman barokah itu dilogikakan oleh pergeseran zaman,” katanya.Menurut Hasan, pengasuh pesantren dan madin ini harus terus melangkah dengan keberanian. Apalagi saat ini pesantren menjadi pilihan orang tua. ”Marilah berlomba-lomba membenahi manajemen dan kualitas pesantren. Santri ini tidak akan mungkin tidak ada, pasti ada. Bagaimana anak ini tidak keluar daerah, pengasuh harus mencari model dan pola yang beda dengan tetangganya sehingga orang tua melihat potret pesantren menuju kualitas dan mendidik anak di zamannya,” jelasnya.
Ribath Nurul Hidayah
Hal yang sama juga harus dilakukan pada madin jelas Hasan. Kalau manajemennya baik pasti orang tua siapapun mau infaq setiap bulan. “Orang tua saat ini tidak mencari sekolah yang gratis tetapi yang mahal. Sebab mereka yakin anaknya bisa diajari oleh pengasuh dan gurunya secara langsung. Intinya, bagaimana manajemen madin ini dibenahi kekinian bukan saat dulu,” pungkasnya.Ribath Nurul Hidayah
Sahur bersama ini dihadiri oleh Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Jamaluddin Al-Hariri, Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi beserta segenap pengurus lembaga dan badan otonom serta Ketua MWCNU se-PCNU Kabupaten Probolinggo. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id
Ribath Nurul Hidayah AlaNu, Pemurnian Aqidah Ribath Nurul Hidayah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar