Agenda turun ke bawah (Turba) ini dibagi dalam 15 kali pertemuan dimulai sejak tanggal 23 Februari sampai dengan 9 Maret 2014. Turba dihadiri seluruh jajaran pengurus harian PCNU Kota Pekalongan, pengurus harian Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU), dan seluruh pengurus ranting serta pengurus badan otonom NU setempat.
| PCNU Kota Pekalongan Turba ke Ranting-ranting (Sumber Gambar : Nu Online) |
PCNU Kota Pekalongan Turba ke Ranting-ranting
"Persoalan yang sangat krusial di ranting-ranting adalah masalah kepemilikan tanah dan bangunan masjid dan musholla yang hingga kini belum dilakukan sertifikasi wakaf," ujar KH Romadlon Abdul Jali, Katib Syuriyah PCNU Kota Pekalongan yang juga koordinator tim turba seusai kunjungan tersebut.Ribath Nurul Hidayah
Dikatakan, berbagai persoalan yang mengemuka dalam turba telah berhasil dipetakan oleh tim turba antara lain masalah tanah wakaf, pendidikan dan pengkaderan di tingkat ranting.Romadlon meminta kepada PCNU untuk segera menindaklanjuti temuan temuan di lapangan sehingga kekayaan Nahdlatul Ulamayang belum bersertifikat tanah wakaf dapat segera diselesaikan dengan baik.
Ribath Nurul Hidayah
Sementara itu, Sekretaris PCNU Kota Pekalongan H. Muhtarom kepada Ribath Nurul Hidayah mengatakan, kegiatan turba merupakan agenda organisasi dalam rangka konsolidasi internal, sehingga tidak benar bahwa turba dicurigai sebagai upaya menggalang kekuatan menjelang Pemilu.Menurut Muhtarom, turba kali ini merupakan bagian dari kegiatan besar NU, yakni peringatan Hari Lahir yang akan dilakukan pada bulan Mei 2014 mendatang dan merupakan agenda yang sudah lama dicanangkan PCNU Kota Pekalongan.
Dirinya menyadari, di internal warga Nahdliyyin di Kota Pekalongan banyak perbedaan pandangan dalam berpolitik, akan tetapi secara jamiyyah NU tetap solid dan kompak. Hal ini terbukti dari animo dan semangat pengurus cabang, wakil cabang, dan ranting NU se-Kota Pekalongan yang menyambut baik kegiatan turba.
Berbagai temuan di lapangan akan dikaji dan ditindaklanjuti oleh PCNU Kota Pekalongan terutama masalah pendidikan dan perwakafan serta kaderisasi di tingkat ranting yang dinilai sangat mendesak untuk direspon. (Abdul Muiz/Mahbib)
Dari Nu Online: nu.or.id
Ribath Nurul Hidayah Syariah, Halaqoh Ribath Nurul Hidayah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar