“Lho kang, ayo ke masjid!”
“Bentar Jok. Kan kalau hendak shalat, merasa lapar. Kita boleh makan dulu, biar shalatnya bisa lebih konsentrasi,” jawab Mahmud.
| Menunda Shalat (Sumber Gambar : Nu Online) |
Menunda Shalat
Joko pun mengiyakan ajakan temannya itu, disamping ia pernah mendengar keterangan itu pada kajian fiqh. Kebetulan perutnya juga ikutan lapar, maklum tadi habis ikut ro’an (kerja bakti).Keduanya akhirnya makan sampai selesai. Joko langsung membayar, untuk segera menuju ke masjid. Tapi Mahmud, belum ada tanda-tanda beranjak dari kursinya.
“Ayo, Kang. Kalau tadi aku sepakat alasan untuk makan dulu. Lha sekarang kok tetap menunda-nunda lagi, sampeyan mau ndalil apa lagi?
“Ndak ada Jok, nek saiki mung kewaregen (sekarang ? kekenyangan), nanti shalatnya ndak konsen,”
Ribath Nurul Hidayah
“Walah, wes tak tinggal wae! (kalau begitu kutinggal saja!)” ? ? Ajie NajmuddinRibath Nurul Hidayah
?Dari Nu Online: nu.or.id
Ribath Nurul Hidayah Anti Hoax, AlaSantri, Santri Ribath Nurul Hidayah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar