| Pahala Wakaf KH Syaifuddin Zuhdi itu Tetap Mengalir (Sumber Gambar : Nu Online) |
Pahala Wakaf KH Syaifuddin Zuhdi itu Tetap Mengalir
Ny. Farida Salahuddin Wahid, Ketua Yayasan kesejahteraan Muslimat NU (YPTNU) menjelaskan tanah yang diwakafkan KH Syaifuddin Zuhri itu merupakan milik pribadi yang diserahkan pada Muslimat NU pada peringatan ulang tahun NU yang ke 40 tahun 1966 lalu.Ide wakaf ini didasari oleh keprihatinan Mantan Menteri Agama era Bung Karno tersebut mengingat masih sulitnya pusat pelayanan kesehatan bagi ibu yang akan melahirkan. “Sepuluh anak beliau semuanya dilahirkan oleh dukun, karena itu ia tak ingin cucu-cucunya mengalami hal yang sama,” katanya.
Ribath Nurul Hidayah
Tak heran, sebagian anak perempuannya memang melahirkan di klinik ini. Farida menjelaskan, entah bagaimana, setelah anak-anak KH Syaifuddin Zuhri sudah tidak ada yang melahirkan, kinerja klinik tersebut semakin menurun sehingga akhirnya dirubah menjadi klinik Hemodialisis Cipta Husada yang melayani cuci darah bagi penderita ginjal.Ribath Nurul Hidayah
Bekerjasama dengan PT Masa Cipta Husada, rumah berlantai dua tersebut kini dirombak agar mampu mendukung pelayanan pasien. Nantinya, akan terdapat 15 kamar yang melayani pasien yang cuci darah, yang sementara ini baru terdapat 7 mesin.Semua ruangan menggunakan pendingin udara dan terdapat TV bagi setiap pasien yang menemani mereka dalam proses cuci darah yang setiap kalinya memerlukan waktu sekitar 5 jam. Dokter ahli dan perawat bersertifikat akan melayani dengan sebaik-baiknya.
Di masa yang akan datang, fasilitas pendukung seperti laboratorium dan apotik juga akan dibangun. Semoga menjadi klinik yang “Bermutu, Aman, dan Nyaman” sesuai mottonya.
Di seluruh Indonesia, Muslimat NU memiliki 58 klinik bersalin dan rumah sakit dan satu klinik hemodialisis. Klinik bersalin yang ada di Jl Hang Tuah ini dipindahkan ke daerah Pondok Cabe Ciputat. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id
Ribath Nurul Hidayah Tegal Ribath Nurul Hidayah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar